Oleh Abu Ihsan al Atsari
Allah Ta`ala berfirman dalam kitab-Nya:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama(masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dananshar dan orang-orang yang mengikuti mereka denganbaik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakanbagi mereka surga-surga, di bawahnya banyak sungaimengalir; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-taubah : 100)
Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta`ala memberipujian kepada para sahabat dan orang-orang yangmengikuti mereka dalam kebaikan. Merekalah generasiterbaik yang dipilih oleh Allah sebagai pendampingnabi-Nya dalam mengemban risalah ilahi.
Pujian Allah tersebut, sudah cukup sebagai buktikeutamaan atau kelebihan mereka. Merekalah generasisalaf yang disebut sebagai generasi Rabbani yangselalu mengikuti jejak langkah Rasulullah Shallallahu`alaihiwa sallam.
Dengan menapak tilasi jejak merekalah, generasi akhirumat ini akan bisa meraih kembali masa keemasannya.Sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik rahimahullah,Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali denganapa yang membuat generasi awalnya menjadi baik.Sungguh sebuah ucapan yang pantas ditulis dengan tintaemas. Jikalau umat ini mengambil generasi terbaik itusebagai teladan dalam segala aspek kehidupan niscayakebahagiaan akan menyongsong mereka.
Dalam kesempatan kali ini, kami akan mengupasbagaimana para salaf menyucikan jiwa mereka, yang kaminukil dari petikan kata-kata mutiara dan hikmah yangsangat berguna bagi kita.
Salaf dan Tazkiyatun Nufus
Salah satu sisi ajaran agama yang tidak bolehterlupakan adalah tazkiyatun nufus (penyucian jiwa).Allah selalu menyebutan tazkiyatun nufus bersamadengan ilmu. Allah berfirman:
Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamudan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitabdan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yangbelum kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah : 151)
Artinya, ilmu itu bisa jadi bumerang bila tidakdisertai dengan tazkiyatun nufus. Oleh sebab itu dapatkita temui dalam biografi ulama salaf tentangkezuhudan, keikhlasan, ketawadhu`an dan kebersihanjiwa mereka. Begitulah, mereka selalu salingmengingatkan tentang urgensi tazkiyatun nufus ini.Dari situ kita dapati ucapan-ucapan ulama salaf sangatmenghunjam ke dalam hati dan penuh dengan hikmah.Hamdun bin Ahmad pernah ditanya: Mengapa ucapan-ucapanpara salaf lebih bermanfaat daripada ucapan-ucapankita? beliau menjawab: Karena mereka berbicara untukkemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan mencari ridhaAr-Rahman, sementara kita berbicara untuk kemuliaandiri, mengejar dunia dan mencari ridha manusia!
Salaf dan Kegigihan Dalam Menuntut Ilmu
Imam Adz-Dzahabi berkata: Ya`qub bin Ishaq Al-Harawimenceritakan dari Shalih bin Muhammad Al-Hafizh, bahwaia mendengar Hisyam bin Ammar berkata: Saya datangmenemui Imam Malik, lalu saya katakan kepadanya:Sampaikanlah kepadaku beberapa hadits! Beliau berkata:Bacalah!Tidak, namun tuanlah yang membacakannya kepadaku!jawabku.Bacalah! kata Imam Malik lagi. Namun aku terusmenyanggah beliau. Akhirnya ia berkata: Hai pelayan,kemarilah! Bawalah orang ini dan pukul dia lima belaskali! Lalu pelayan itu membawaku dan memukulku limabelas cambukan. Kemudian ia membawaku kembali kepadabeliau. Pelayan itu berkata: Saya telah mencambuknya!Maka aku berkata kepada beliau: Mengapa tuanmenzhalimi diriku? tuan telah mencambukku lima belaskali tanpa ada kesalahan yang kuperbuat? Aku tidaksudi memaafkan tuan!Apa tebusannya? tanya beliau.Tebusannya adalah tuan harus membacakan untukkusebanyak lima belas hadits! jawabku. Maka beliaupunmembacakan lima belas hadits untukku. Lalu kukatakankepada beliau: Tuan boleh memukul saya lagi, asalkantuan menambah hadits untukku! Imam Malik hanya tertawadan berkata: Pergilah!
Salaf dan Keikhlasan
Generasi salaf adalah generasi yang sangat menjagaaktifitas hati. Seorang lelaki pernah bertanya kepadaTamim Ad-Daari tentang shalat malam beliau. Denganmarah ia berkata: Demi Allah satu rakaat yangkukerjakan di tengah malam secara tersembunyi, lebihkusukai daripada shalat semalam suntuk kemudian pagiharinya kuceritakan kepada orang-orang!
Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: Seluruh perbuatan yangtidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatanitu akan rusak!
Mereka tahu bahwa hanya dengan keikhlasan, manusiaakan mengikuti, mendengarkan dan mencintai mereka.Imam Mujahid pernah berkata: Apabila seorang hambamenghadapkan hatinya kepada Allah, maka Allah akanmenghadapkan hati manusia kepadanya.
Memang diakui, menjaga amalan hati sangat berat karenadiri seakan-akan tidak mendapat bagian apapun darinya.Sahal bin Abdullah berkata: Tidak ada satu perkarayang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas,karena ia (seakan-akan -red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.
Sehingga Abu Sulaiman Ad-darani berkata: Beruntunglahbagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidakmengharapkan kecuali mengharap ridha Allah!
Mereka juga sangat menjauhkan diri dari sifat-sifatyang dapat merusak keikhlasan, seperti gilapopularitas, gila kedudukan, suka dipuji dandiangkat-angkat.
Ayyub As-Sikhtiyaani berkata: Seorang hamba tidakdikatakan berlaku jujur jika ia masih sukapopularitas. Yahya bin Muadz berkata: Tidak akanberuntung orang yang memiliki sifat gila kedudukan.Abu Utsman Sa`id bin Al-Haddad berkata: Tidak adaperkara yang memalingkan seseorang dari Allah melebihigila pujian dan gila sanjungan.
Oleh karena itulah ulama salaf sangat mewasiatkankeikhlasan niat kepada murid-muridnya. Ar-Rabi` binShabih menuturkan: Suatu ketika, kami hadir dalammajelis Al-Hasan Al-Bashri, kala itu beliau tengahmemberi wejangan. Tiba-tiba salah seorang hadirinmenangis tersedu-sedu. Al-Hasan berkata kepadanya:Demi Allah, pada Hari Kiamat Allah akan menanyakan apatujuan anda menangis pada saat ini!
Salaf dan Taubat
Setiap Bani Adam pasti bersalah, dan sebaik-baik orangyang bersalah adalah yang segera bertaubat kepadaAllah. Demikianlah yang disebutkan Rasulullah n dalamsebuah hadits shahih. Generasi salaf adalah orang yangterdepan dalam masalah ini!
`Aisyah berkata: Beruntunglah bagi orang yang bukucatatan amalnya banyak diisi dengan istighfar.Al-Hasan Al-Bashri pernah berpesan: Perbanyaklahistighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian,di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kaliandan dimana saja kalian berada! Karena kalian tidaktahu kapan turunnya ampunan!
Tangis Generasi Salaf
Generasi salaf adalah generasi yang memiliki hati yangamat lembut. Sehingga hati mereka mudah tergugah danmenangis karena takut kepada Allah Subhanahu waTa`ala. Terlebih tatkala membaca ayat-ayat suciAl-Qur`an.
Ketika membaca firman Allah: Dan hendaklah kamu tetapdi rumahmu (QS. Al-Ahzab : 33) `Aisyah menangistersedu-sedu hingga basahlah pakaiannya.
Demikian pula Ibnu Umar , ketika membaca ayat yangartinya: Belumkah datang waktunya bagi orang-orangyang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allahdan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka).(QS. Al-Hadid : 16) Beliau menangis hingga tiada kuasa menahan tangisnya.
Ketika beliau membaca surat Al-Muthaffifin setelahsampai pada ayat yang artinya: Pada suatu hari yangbesar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadapRabb semesta alam. (QS. Al-Muthaffifiin : 5-6) Beliaumenangis dan bertambah keras tangis beliau sehinggatidak mampu meneruskan bacaannya.
Salaf dan Tawadhu`
Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapanAl-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketikaorang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepadamereka: saya lihat kalian banyak bercerita tentangtawadhu`! Mereka berkata: Apa itu tawadhu` wahai AbuSa`id? Beliau menjawab: Yaitu setiap kali ia keluarrumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangkabahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.
Ibnul Mubarak pernah ditanya tentang sebuah masalah dihadapan Sufyan bin Uyainah, ia berkata: Kami dilarangberbicara di hadapan orang-orang yang lebih seniordari kami.Al-Fudhail bin Iyadh pernah ditanya: Apa itu tawadhu`?Ia menjawab: Yaitu engkau tunduk kepada kebenaran!
Mutharrif bin Abdillah berkata: Tidak ada seorangpunyang memujiku kecuali diriku merasa semakin kecil.
Salaf dan Sifat Santun
Pada suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Azizmemasuki masjid. Ia melewati seorang lelaki yangtengah tidur nyenyak. Lelaki itu terbangun danberkata: Apakah engkau gila! Umar menjawab: TidakNamun para pengawal berusaha meringkus lelaki itu.Namun Umar bin Abdul Aziz mencegah mereka serayaberkata: Dia hanya bertanya: Apakah engkau gila! dansaya jawab: Tidak.
Seorang lelaki melapor kepada Wahab bin Munabbih:Sesungguhnya Fulan telah mencaci engkau! Ia menjawab:Kelihatannya setan tidak menemukan kurir selainengkau!
Salaf dan Sifat Zuhud
Yusuf bin Asbath pernah mendengar Sufyan Ats-Tsauriberkata: Aku tidak pernah melihat kezuhudan yang lebihsulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kitabanyak menemui orang-orang yang zuhud dalam masalahmakanan, minuman, harta dan pakaian. Namun ketikadiberikan kekuasaan kepadanya maka iapun akanmempertahankan dan berani bermusuhan demi membelanya.
Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang lelaki yangmemiliki seribu dinar apakah termasuk zuhud? Beliaumenjawab: Bisa saja, asalkan ia tidak terlalu gembirabila bertambah dan tidak terlalu bersedih jikaberkurang.
Demikianlah beberapa petikan mutiara salaf yang insyaAllah berguna bagi kita dalam menuju proses penyucianjiwa. Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatandalam meniti jejak generasi salaf dalam setiap aspekkehidupan.
(ditulis ulang dari Majalah As Sunnah Edisi04/VI/1423H)
Monday, May 15, 2006
Monday, May 01, 2006
Bid'ah Menurut Syaikh Ali Tanthawii
Soalan: Banyak sekali orang berbincang mengenai bid'ah. Ada sebahagian membahagikan kpd bid'ah hasanah dan bid'ah yang jelik. Manakala ada sebahagian yg lain menganggap semua bid'ah adalah sesat. Apa pandangan ustaz?
alJawab:
1. Definasi: Bid'ah menurut bahasa ialah 'mendatangkan sesuatu ygbaru', manakala menurut istilah ibadah ialah sesuatu yang baru yang belum pernah terjadi di zaman RasuluLlah saw.
2. Bid'ah boleh berlaku dlm urusan dunia dan akhirat.
3. Beragama itu ittiba' (mengikut) bukan mencipta. Maksud ittiba'ialah mengikut apa yang tertuang dalam AQ dan asSunnah atau hasilistimbath para ulama dari keduanya (AQ dan Sunnah)
4. Urusan dunia, semuanya adalah mubah (harus). Sesiapa yangmengharamkan salah satu urusan dunia hendaklah mengemukakan hujah, manakala orang yg melakukan apa jua urusan dunia tidak dituntut mengemukakan hujah tentang keharusannya kerana hukum asalnya memang mubah.
5. Bid'ah dalam urusan agama, hukum asalnya adalah terlarang. Jika seseorang mencipta sesuatu urusan agama hendaklah mendatangkan dalil akan keharusannya.
6. Urusan agama telah sempurna." Hari ini Aku telah sempurnakan agamamu." AQT 5: 03Pada Haji Widaa' Nabi SAW telah meminta persaksian manusia dan mereka membenarkan akan kesempurnaan risalah. Maka b/siapa beranggapan ada lagi bentuk2 ibadah yang baru telahsebenarnya menuduh Nabi telah cacat dalam tablighnya.
7. Menjawab kekeliruan ungkapan Umar tentang bid'ah solat tarawih berjamaah:Bid'ah dalam urusan agama mencakup dua aspek: tujuan (objektif) dan alat. Tujuan ibadah/syariat, tidak boleh ada bid'ah sama sekali, manakala alat yang menyampaikan kepada tujuan ibadah, maka tidak ada bid'ah.
Contoh: Qiyammullail adalah objektif syari'at. manakala tarawih adalah alat atau salah satu bentuk qiyamullail. Bahkan tarawih berjama'ah ada dasarnya dalam Islam kerana Nabi saw pernah melakukannya dan dihentikan kerana khuatir ia dianggap wajib.
Maka datanglah kaedah syara': Jika suatu penghalang telah lenyap, maka yang terlarang dibolehkan kembali."
Maksudnya: penghalang tarawih berjama'ah ialah khuatir ia akan menjadi wajib. Bila kekhuatiran itu sudah lenyap dengan wafatnya Nabi saw, maka tarawih berjama'ah itu dibolehkan dan bukan bid'ah.
8. Menjawab kekeliruan ujudnya pembahagian bid'ah hasanah dan bid'ah dhalalah.
Pembahagian adanya bid'ah yang baik dan jelik adalah benar jikaditerapkan dalam urusan keduniaan atau urusan ibadah yang berbentuk alat (untuk mencapai suatu tujuan syara').
Contoh:tujuan syari'at ialah mencapai, mengukuhkan ilmu pengetahuan.
alatnya: menghimpun musyhaf, membuka sekolah, penulisan kitab-kitab,..dll, Ini semua adalah alat2/metod utk mencapai ilmu pengetahuan yang dituntut agama, maka ia bukan bid'ah.
Aku syorkan dua kitab yg menjelaskan bid'ah dgn sebaiknya:
1. kitab era klasik ialah karya asySyatibi yg berjodol al-I'tishom
2. Kitab era kontemporer ialah alIbda' fii Mudharil Ibtidaa' karya syaikh al-Azhar, Syaikh Ali Mahfuudz.
(fatawa ali tanthawi, editor mujahid makmun diraniyah, Darul Minaret, Jeddah KSA)
alJawab:
1. Definasi: Bid'ah menurut bahasa ialah 'mendatangkan sesuatu ygbaru', manakala menurut istilah ibadah ialah sesuatu yang baru yang belum pernah terjadi di zaman RasuluLlah saw.
2. Bid'ah boleh berlaku dlm urusan dunia dan akhirat.
3. Beragama itu ittiba' (mengikut) bukan mencipta. Maksud ittiba'ialah mengikut apa yang tertuang dalam AQ dan asSunnah atau hasilistimbath para ulama dari keduanya (AQ dan Sunnah)
4. Urusan dunia, semuanya adalah mubah (harus). Sesiapa yangmengharamkan salah satu urusan dunia hendaklah mengemukakan hujah, manakala orang yg melakukan apa jua urusan dunia tidak dituntut mengemukakan hujah tentang keharusannya kerana hukum asalnya memang mubah.
5. Bid'ah dalam urusan agama, hukum asalnya adalah terlarang. Jika seseorang mencipta sesuatu urusan agama hendaklah mendatangkan dalil akan keharusannya.
6. Urusan agama telah sempurna." Hari ini Aku telah sempurnakan agamamu." AQT 5: 03Pada Haji Widaa' Nabi SAW telah meminta persaksian manusia dan mereka membenarkan akan kesempurnaan risalah. Maka b/siapa beranggapan ada lagi bentuk2 ibadah yang baru telahsebenarnya menuduh Nabi telah cacat dalam tablighnya.
7. Menjawab kekeliruan ungkapan Umar tentang bid'ah solat tarawih berjamaah:Bid'ah dalam urusan agama mencakup dua aspek: tujuan (objektif) dan alat. Tujuan ibadah/syariat, tidak boleh ada bid'ah sama sekali, manakala alat yang menyampaikan kepada tujuan ibadah, maka tidak ada bid'ah.
Contoh: Qiyammullail adalah objektif syari'at. manakala tarawih adalah alat atau salah satu bentuk qiyamullail. Bahkan tarawih berjama'ah ada dasarnya dalam Islam kerana Nabi saw pernah melakukannya dan dihentikan kerana khuatir ia dianggap wajib.
Maka datanglah kaedah syara': Jika suatu penghalang telah lenyap, maka yang terlarang dibolehkan kembali."
Maksudnya: penghalang tarawih berjama'ah ialah khuatir ia akan menjadi wajib. Bila kekhuatiran itu sudah lenyap dengan wafatnya Nabi saw, maka tarawih berjama'ah itu dibolehkan dan bukan bid'ah.
8. Menjawab kekeliruan ujudnya pembahagian bid'ah hasanah dan bid'ah dhalalah.
Pembahagian adanya bid'ah yang baik dan jelik adalah benar jikaditerapkan dalam urusan keduniaan atau urusan ibadah yang berbentuk alat (untuk mencapai suatu tujuan syara').
Contoh:tujuan syari'at ialah mencapai, mengukuhkan ilmu pengetahuan.
alatnya: menghimpun musyhaf, membuka sekolah, penulisan kitab-kitab,..dll, Ini semua adalah alat2/metod utk mencapai ilmu pengetahuan yang dituntut agama, maka ia bukan bid'ah.
Aku syorkan dua kitab yg menjelaskan bid'ah dgn sebaiknya:
1. kitab era klasik ialah karya asySyatibi yg berjodol al-I'tishom
2. Kitab era kontemporer ialah alIbda' fii Mudharil Ibtidaa' karya syaikh al-Azhar, Syaikh Ali Mahfuudz.
(fatawa ali tanthawi, editor mujahid makmun diraniyah, Darul Minaret, Jeddah KSA)
Sunday, April 23, 2006
Islam itu syumul
Bismillahir Rahmaa Nir Raheem
Setiap Muslim wajib yakin segala yang telah dijanjikan Allah SWT di dalam kitab-Nya Al Quran kerana semua kandungannya adalah benar belaka dan Allah tidak pernah mungkir janji. Demikian juga dengan janji Rasul-Nya kerana semua ucapannya tidak pernah berdasarkan hawa nafsu tetapi semua ucapannya adalah wahyu belaka.
“Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang yang bertaqwa.” (mafhum QS Al Baqarah (2): 2)
“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Quran ) menurut kemahuan nafsunya, ucapannya itu tiada lain hanya wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (mafhum QS Al Najm (53): 3 – 4)
Maka kenapa orang sakit selalu tidak sabar? Jawapannya ialah disebabkan pesakit itu kurang imannya. Kenapa imannya kurang? Kerana pesakit tidak meningkatkan ilmunya. Ilmu itu ada tiga :-
1. Ilmu tentang Allah
2. Ilmu tentang Nabi (Rasulullah saw)
3. Ilmu tentang Deen (agama)
Apabila sakit bermakna kita kena beriman dengan Taqdir Allah SWT (rukun Iman yang ke enam). Para sahabat Rasulullah saw apabila sakit mengucapkan Alhamdulillah bukan mengeluh kesah atau merungut dan sebagainya. Malahan para sahabat mengucapkan Alhamdulillah sebanyak 4 kali. Kenapa?
Sebab mereka ada ilmu di mana ucapan Alhamdulillah kerana :-1. tahu bahawa penyakit adalah penghapus kepada dosa-dosa kecil. Melupuskan dosa.2. tahu bahawa apabila Allah turunkan ujian bermakna Allah saying.3. tahu apabila sakit berpeluang untuk dapat pahala sabar jika sabar.4. tahu bahawa redha dengan musibah dunia contohnya dilahirkan cacat atau sumbing dan sebagainya dapat pahala. Tetapi sekiranya ditaqdirkan miskin walau usaha dan kemudian mencuri maka sudah mendapat musibah agama iaitu dapat dosa.
Sebab itu jadilah manusia yang berilmu. Usah putus asa cari ilmu. Kerana apabila berilmu maka manusia akan dapat membezakan antara yang betul dan yang salah. Contohnya nama jin yang taat dulu ialah Azazil. Tetapi bila disuruh tunduk pada Adam Azazil yang taat pada Allah SWT telah engkar dan sombong maka dilaknat Allah SWT. Maka Azazil menjadi Iblis yang maksudnya berputus asa dari Rahmat Allah. Iblis ini adalah ketua kepada syaitan dan mereka yang dipanggil mublisuun ialah mereka yang berputus asa dari Rahmat Allah. Namun iblis diizinkan untuk mendapat panjang umur hingga hari kiamat dan menggoda manusia.
Oleh itu jadilah manusia yang berjaya di dunia dan akhirat. Golongan yang berjaya ialah golongan yang tidak rugi. Ini bertepatan dengan maksud Surah Wal Asr yang mengatakan bahawa semua manusia dalam kerugian kecuali empat ini :-
1. orang beriman
2. orang yang beramal soleh
3. orang yang ingat mengingati pada kebenaran
4. orang yang ingat mengingati pada kesabaran
Jadi bila bersabar maksudnya:-
1. sabar dalam melaksanakan suruhan Allah
2. sabar dalam menjauhi larangan Allah
3. sabar terhadap cobaan yang telah ditaqdirkan oleh Allah
Sebagai wanita, kita hendaklah banyak bersabar terutama terhadap karenah suami. Asiah isteri Fir’aun adalah contoh yang amat baik dalam bab bersabar dengan sikap suami. Asiah yang sudah beriman kepada Allah sering berdoa agar dibina sebuah mahligai di dalam syurga untuk dirinya. Jadi apabila Fir’aun menyiksanya dengan mengikat dan dipukul dan disebat, Asiah tidak menangis malahan ketawa dan senyum silih berganti. Ini menghairankan Fir’aun. Rupanya Allah izin ketika Asiah di siksa Allah telah hamparkan mahligai di hadapan pandangan Asiah sebab itulah semakin disiksa semakin beliau ketawa dan senyum kerana Allah berjanji tempat yang lebih baik untuknya di akhirat kelak.
Sebab itu kita hendaklah sabar bila menghadapi ego suami. Asiah tidak menjerit meminta cerai dan sebagainya malahan bersabar kerana Allah tidak akan mungkir janji sekiranya kita beriman sepenohnya kepada-Nya.
Sebab itu apabila Rasulullah saw di angkat ke langit untuk melihat kerajaan langit Allah azza wajallah beliau telah bersabda sekembalinya dari Isra’ Mi’raj itu dengan kata-kata wasiat yang amat hebat sekali.
“Sekiranya kamu ketahui apa yang aku tahu sudah tentu kamu tidak akan banyak ketawa”. Kita semua tahu dan pernah baca apa yang dilihatnya sepanjang perjalanan Isra’ Mi’raj itukan. Sebab itu kita hendaklah batasi enjoy dan banyak ketawa. Bukan tidak boleh tetapi hendaklah berpada-pada dengan keikhlasan kita dalam bergembira. Janganlah sampai seronok sehingga langgar batas syarak dan sebagainya."
Marilah kembali kepada Al Quran yang ‘all in one’ – segala-galanya ada. Dan juga kita carilah ilmu Hadis dari Rasulullah saw agar kita tidak menjadi orang sesat tanpa ilmu. Sebab itu seringkali orang yang berpendidikan tinggi tetapi ilmu agama tidak mantap maka mereka boleh bercakap yang tidak sopan. Kerana akhlak itu ada kaitan dengan keimanan seseorang. Semakin tinggi akhlak maka semakin meningkatlah keimanan seseorang itu. Walau pun orang kafir itu nampak baik akhlaknya tetapi pada prinsipnya mereka adalah syirik kepada Allah SWT. Dan orang Islam walau tidak mantap imannya ada Tauhid kepada Allah.
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (mafhum QS At Talaaq (65): 2 – 3).
Apakah itu taqwa? Menurut Abdullah bin Abbas ra: Allah hendaklah ditaati, jangan Dia dimaksiati; Allah hendaklah diingati jangan Dia dilupai; Allah hendaklah disyukuri jangan Dia dikufuri.
Wassalamu’alaikum wrt wbt.
Setiap Muslim wajib yakin segala yang telah dijanjikan Allah SWT di dalam kitab-Nya Al Quran kerana semua kandungannya adalah benar belaka dan Allah tidak pernah mungkir janji. Demikian juga dengan janji Rasul-Nya kerana semua ucapannya tidak pernah berdasarkan hawa nafsu tetapi semua ucapannya adalah wahyu belaka.
“Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang yang bertaqwa.” (mafhum QS Al Baqarah (2): 2)
“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Quran ) menurut kemahuan nafsunya, ucapannya itu tiada lain hanya wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (mafhum QS Al Najm (53): 3 – 4)
Maka kenapa orang sakit selalu tidak sabar? Jawapannya ialah disebabkan pesakit itu kurang imannya. Kenapa imannya kurang? Kerana pesakit tidak meningkatkan ilmunya. Ilmu itu ada tiga :-
1. Ilmu tentang Allah
2. Ilmu tentang Nabi (Rasulullah saw)
3. Ilmu tentang Deen (agama)
Apabila sakit bermakna kita kena beriman dengan Taqdir Allah SWT (rukun Iman yang ke enam). Para sahabat Rasulullah saw apabila sakit mengucapkan Alhamdulillah bukan mengeluh kesah atau merungut dan sebagainya. Malahan para sahabat mengucapkan Alhamdulillah sebanyak 4 kali. Kenapa?
Sebab mereka ada ilmu di mana ucapan Alhamdulillah kerana :-1. tahu bahawa penyakit adalah penghapus kepada dosa-dosa kecil. Melupuskan dosa.2. tahu bahawa apabila Allah turunkan ujian bermakna Allah saying.3. tahu apabila sakit berpeluang untuk dapat pahala sabar jika sabar.4. tahu bahawa redha dengan musibah dunia contohnya dilahirkan cacat atau sumbing dan sebagainya dapat pahala. Tetapi sekiranya ditaqdirkan miskin walau usaha dan kemudian mencuri maka sudah mendapat musibah agama iaitu dapat dosa.
Sebab itu jadilah manusia yang berilmu. Usah putus asa cari ilmu. Kerana apabila berilmu maka manusia akan dapat membezakan antara yang betul dan yang salah. Contohnya nama jin yang taat dulu ialah Azazil. Tetapi bila disuruh tunduk pada Adam Azazil yang taat pada Allah SWT telah engkar dan sombong maka dilaknat Allah SWT. Maka Azazil menjadi Iblis yang maksudnya berputus asa dari Rahmat Allah. Iblis ini adalah ketua kepada syaitan dan mereka yang dipanggil mublisuun ialah mereka yang berputus asa dari Rahmat Allah. Namun iblis diizinkan untuk mendapat panjang umur hingga hari kiamat dan menggoda manusia.
Oleh itu jadilah manusia yang berjaya di dunia dan akhirat. Golongan yang berjaya ialah golongan yang tidak rugi. Ini bertepatan dengan maksud Surah Wal Asr yang mengatakan bahawa semua manusia dalam kerugian kecuali empat ini :-
1. orang beriman
2. orang yang beramal soleh
3. orang yang ingat mengingati pada kebenaran
4. orang yang ingat mengingati pada kesabaran
Jadi bila bersabar maksudnya:-
1. sabar dalam melaksanakan suruhan Allah
2. sabar dalam menjauhi larangan Allah
3. sabar terhadap cobaan yang telah ditaqdirkan oleh Allah
Sebagai wanita, kita hendaklah banyak bersabar terutama terhadap karenah suami. Asiah isteri Fir’aun adalah contoh yang amat baik dalam bab bersabar dengan sikap suami. Asiah yang sudah beriman kepada Allah sering berdoa agar dibina sebuah mahligai di dalam syurga untuk dirinya. Jadi apabila Fir’aun menyiksanya dengan mengikat dan dipukul dan disebat, Asiah tidak menangis malahan ketawa dan senyum silih berganti. Ini menghairankan Fir’aun. Rupanya Allah izin ketika Asiah di siksa Allah telah hamparkan mahligai di hadapan pandangan Asiah sebab itulah semakin disiksa semakin beliau ketawa dan senyum kerana Allah berjanji tempat yang lebih baik untuknya di akhirat kelak.
Sebab itu kita hendaklah sabar bila menghadapi ego suami. Asiah tidak menjerit meminta cerai dan sebagainya malahan bersabar kerana Allah tidak akan mungkir janji sekiranya kita beriman sepenohnya kepada-Nya.
Sebab itu apabila Rasulullah saw di angkat ke langit untuk melihat kerajaan langit Allah azza wajallah beliau telah bersabda sekembalinya dari Isra’ Mi’raj itu dengan kata-kata wasiat yang amat hebat sekali.
“Sekiranya kamu ketahui apa yang aku tahu sudah tentu kamu tidak akan banyak ketawa”. Kita semua tahu dan pernah baca apa yang dilihatnya sepanjang perjalanan Isra’ Mi’raj itukan. Sebab itu kita hendaklah batasi enjoy dan banyak ketawa. Bukan tidak boleh tetapi hendaklah berpada-pada dengan keikhlasan kita dalam bergembira. Janganlah sampai seronok sehingga langgar batas syarak dan sebagainya."
Marilah kembali kepada Al Quran yang ‘all in one’ – segala-galanya ada. Dan juga kita carilah ilmu Hadis dari Rasulullah saw agar kita tidak menjadi orang sesat tanpa ilmu. Sebab itu seringkali orang yang berpendidikan tinggi tetapi ilmu agama tidak mantap maka mereka boleh bercakap yang tidak sopan. Kerana akhlak itu ada kaitan dengan keimanan seseorang. Semakin tinggi akhlak maka semakin meningkatlah keimanan seseorang itu. Walau pun orang kafir itu nampak baik akhlaknya tetapi pada prinsipnya mereka adalah syirik kepada Allah SWT. Dan orang Islam walau tidak mantap imannya ada Tauhid kepada Allah.
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (mafhum QS At Talaaq (65): 2 – 3).
Apakah itu taqwa? Menurut Abdullah bin Abbas ra: Allah hendaklah ditaati, jangan Dia dimaksiati; Allah hendaklah diingati jangan Dia dilupai; Allah hendaklah disyukuri jangan Dia dikufuri.
Wassalamu’alaikum wrt wbt.
Monday, April 17, 2006
Wajib Sholat Lima Waktu
Wajib Sholat Lima Waktu
Sebutan perihal wajib sholat lima waktu.
Sabda Nabi Sallollohu 'Alaihi Wasallam :
"Ash-sholatu 'imaa dud-dini faman aqomaha faqod aqomad-dina waman tarokaha faqod hadamad-dina".
Ertinya :
Bermula bahawasanya sholat lima waktu itu tiang agama, maka barang siapa mendirikan sholat maka sesungguhnya ia mendirikan agama, maka siapa yang meninggalkan sholat maka sesungguhnya ia telah merobohkan agamanya.
Dan Sabda Nabi Sallollohu 'Alaihi Wasallam :
"Man tarokash-sholata 'andan faqod kafaro jiharon".
Ertinya :
Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja maka kafirlah ia dengan nyata.
Dan Sabda Nabi Sallollohu 'Alaihi Wasallam :
"Awwalu maa yuhasabu bihil 'abdu yaumal kiyamati min 'amalihi sholatuhu fain sholuhat faqod aflaha wa anjaha wa in naqosot faqod khoba wakhosiro".
Ertinya :
Mula-mula diperiksa akan amal-amal si hamba di hari qiyamat itu sholatnya, maka jika sholatnya itu sempurna maka telah beruntunglah ia dengan diterimanya dengan lain-lain amalnya pula, Jika sholatnya kurang maka sesungguhnya rugilah ia dan sia-sialah lain-lain amalnya adanya.
Dan Sabda Nabi Sallollohu 'Alaihi Wasallam :
"Man hafadzo 'alash-sholati akromahullohu ta'ala bihomsati khi sholin yarfa'u 'anhu dhoiqul ma'isyati wa'azabul qobri wayu'thihillahu ta'ala kitabuhu biyaminihi wayamurru 'alash-shiroti kalbarqi wayadkhulul jannata bighoiri hisab".
Ertinya :
Barang siapa memelihara sholat lima waktu maka dimuliakan oleh Alloh Ta'ala dengan lima perkara : pertama dijauhkan daripada kesempitan rezekinya, kedua ia tiada kena siksa kubur, ketiga dihari qiyamat diberi kitab segala amalnya ditangan kanan, keempat jalan di atas shirhotol (jembatan) seperti kilat, kelima masuk syurga tiada dengan hisab.
Dan Sabda Nabi Sallollohu 'Alaihi Wasallam :
"Waman tahawana bish-sholati 'aqobahullohu ta'ala bikhomsa 'asyrota 'uqubatan khomsun fid-dun-ya wasalasatun 'indal mauti, wasalasatun fi qobrihi, wasalasatun 'inda khurujihi minal qobri".
Ertinya :
Barang siapa meninggalkan sholat dengan tiada uzur maka akan dibalas akan dia dengan lima belas siksaan, bermula lima daripada itu didalam dunia dan yang tiga ketika ia lagi mati, dan yang tiga didalam kuburnya, dan yang tiga diwaktu bangkit dari kuburnya.
Makna hadist ini hingga akhir :
Adapun lima rupa siksa yang didalam dunia adalah :
1.. Hilang berkah pada umurnya.
2.. Dihilangkan tanda-tanda orang soleh dari mukanya.
3.. Tiap-tiap amalnya yang soleh tiada keterima.
4.. Tiada dikabulkan do'anya,
5.. Tiada dapat bagian do'a orang yang soleh.
Adapun yang tiga dari siksa itu ketika ia hendak mati maka adalah :
1.. Ia mati hina.
2.. Mati dengan terlalu lapar.
3.. Mati dengan terlalu dahaga sekalipun diberi minum sekalian air didunia ini maka tiada akan menghilangkan dahaganya.
Adapun siksa yang didalam kuburnya adalah :
1.. Ia dijepit oleh kuburnya hingga bersalah-salahan tulang iganya/rangkanya.
2.. Dinyalakan api didalam kuburnya sehingga ia berbalik-balik didalam kubur diatas bara api siang dan malam.
3.. Ia disiksa pula oleh malaikat syaja'il aqro', dimana dua mata malaikat itu dari api dan segala kuku-kuku dari besi yang menyala, suaranya seperti halilintar, dan ia berkata : "aku diperintah akan memukul engkau, engkau hilangkan sholat shubuh sampai terbit matahari, engkau hilangkan sholat zhuhur sampai waktu asar, engkau hilangkan sholat ashar sampai waktu maghrib, engkau hilangkan waktu maghrib sampai waktu isya, dan engkau hilangkan sholat isya sampai waktu fajar" lalu ia Memukul, tiap-tiap sekali pukulan terpendamlah orang itu kedalam bumi tujuh puluh hasta dan disiksa ia sampai hari qiyamat.
Adapun siksa waktu bangkit kubur adalah :
1.. Ia sangat mendapat hisab.
2.. Mendapat murka Alloh.
3.. Ia dimasukkan kedalam neraka.
Maka lihatlah dan dengarlah wahai anakku akan nasihatku ini bagaimana halnya orang yang menta'khirkan sholat sampai luput waktunya, sangat begitu keras siksanya.
Apalagi orang yang meninggalkan sholat, sementara sholat dan sementara tidak sholat dengan tiada uzur, maka bagaimana lagi siksaannya dan bagaimana pula halnya, maka biarlah engkau takut sungguh-sungguh jua adanya.
Sunday, January 22, 2006
Hikmah Solat: Lazimkan beristikharah
Umat Islam digalakkan berfikiran terbuka dan pada masa sama digalakkan juga beristikharah.
Istikharah berasal daripada kata istakhara-yastakhiru yang bermakna memohon kebaikan daripada setiap urusan.
Dalam konteks hubungan manusia dengan Allah swt, istiharah bererti memohon kepadaNya agar setiap keputusan yang akan diambil benar-benar merupakan keputusan yang terbaik yang mengandung kemaslahatan, baik bagi diri sendiri mahupun orang lain.
Cakap mudahnya, istiharah adalah berlindung kepada Allah swt daripada keburukan setiap keputusan yang akan diambil.
Lazimnya selepas seorang Muslim menimbangkan pelbagai pilihan, dia akan memilih satu rumusan. Tetapi untuk mendapat kepastian, dia akan bersolat istikharah (dua rakaat), doa dan zikir sebagaimana ditunjuk ajar oleh Rasulullah saw. Tujuannya tidak lain hanya meminta petunjuk Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Hidup kian rumit dengan pelbagai dugaan sehingga tidak jelas apakah jalan keluar itu sebenarnya satu huraian atau lebih mengusutkan.
Ramai orang Islam yang kebingungan kerana mungkin kurang ilmu dan pengalaman atau tiada orang dapat menasihatinya.
Islam bererti juga pasrah. Jadi, istikharah dianggap satu proses pasrah untuk sentiasa meminta Allah swt akan petunjuk ke jalan lurus.
Istikharah bukan bererti kehilangan kebebasan berfikir dan bertindak, tetapi ia menunjukkan mutu keimanan seorang Muslim. Semakin sering ia beristikharah, semakin tinggi pula keyakinannya kepada pertolongan Allah swt.
Sayangnya, sikap takabur atau kesombongan manusia sering menjauhkan hatinya daripada mendapatkan petunjuk Ilahi.
Ingatlah manusia hanyalah makhluk daif yang terbatas kemampuannya untuk menilai dengan tepat.
Hati orang yang membiasakan istikharah akan senantiasa tenang dan terbuka menerima apa pun yang terjadi dengan redha.
Istikharah berasal daripada kata istakhara-yastakhiru yang bermakna memohon kebaikan daripada setiap urusan.
Dalam konteks hubungan manusia dengan Allah swt, istiharah bererti memohon kepadaNya agar setiap keputusan yang akan diambil benar-benar merupakan keputusan yang terbaik yang mengandung kemaslahatan, baik bagi diri sendiri mahupun orang lain.
Cakap mudahnya, istiharah adalah berlindung kepada Allah swt daripada keburukan setiap keputusan yang akan diambil.
Lazimnya selepas seorang Muslim menimbangkan pelbagai pilihan, dia akan memilih satu rumusan. Tetapi untuk mendapat kepastian, dia akan bersolat istikharah (dua rakaat), doa dan zikir sebagaimana ditunjuk ajar oleh Rasulullah saw. Tujuannya tidak lain hanya meminta petunjuk Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Hidup kian rumit dengan pelbagai dugaan sehingga tidak jelas apakah jalan keluar itu sebenarnya satu huraian atau lebih mengusutkan.
Ramai orang Islam yang kebingungan kerana mungkin kurang ilmu dan pengalaman atau tiada orang dapat menasihatinya.
Islam bererti juga pasrah. Jadi, istikharah dianggap satu proses pasrah untuk sentiasa meminta Allah swt akan petunjuk ke jalan lurus.
Istikharah bukan bererti kehilangan kebebasan berfikir dan bertindak, tetapi ia menunjukkan mutu keimanan seorang Muslim. Semakin sering ia beristikharah, semakin tinggi pula keyakinannya kepada pertolongan Allah swt.
Sayangnya, sikap takabur atau kesombongan manusia sering menjauhkan hatinya daripada mendapatkan petunjuk Ilahi.
Ingatlah manusia hanyalah makhluk daif yang terbatas kemampuannya untuk menilai dengan tepat.
Hati orang yang membiasakan istikharah akan senantiasa tenang dan terbuka menerima apa pun yang terjadi dengan redha.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Custom Search