Saturday, November 19, 2005

Konsep Ukhuwah

Dalam surat Al Hujurat (QS 49) Allah SWT memaparkan 7 kiat bagi kita
untuk menangkal virus-virus ukhuwwah yang bisa menghancurkan shaf
ukhuwwah yang telah dibina.

1. Tabayyun
Tabayyun berarti mencari kejelasan informasi dan mencari bukti
kebenaran informasi yang diterima. Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq
membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan
suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS 49:6)
2. 'Adamus Sukhriyyah
Artinya tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah
SWT:
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan
kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan)
lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan)." (QS 49:11)
Mampukah kita sekedar meninggalkan tradisi sukhriyyah dan perasaan ana
khairun minhu (saya lebih baik daripadanya), yaitu perasaan 'sombong'
seperti yang dimiliki iblis???

3. 'Adamul Lamz
Maksudnya tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya:
"Dan janganlah kamu mencela diri sendiri'. Mencela sesama muslim, oleh
ayatini dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakekatnya kaum
muslimin dianggap satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu adalah masalah
status dan standar kebendaan. Allah sendiri menyuruh Rosul dan orang-orang
yang mengikutinya untuk bersabar atas segala kekurangan orang-orang
mukmin. (Lihat QS, 18:2

4. Tarkut Tanabuz
Yakni meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik
terhadap sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah SWT:
"Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang
buruk)." (QS 49:11)
Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran
terhadap orang yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau
kelompok yang dengan begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak
tertarik untuk masuk ke dalam kelompok tersebut.

5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka,
karena sebagian prasangka itu dosa." (QS 49:12)
Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya,
kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut.

6. Adamut Tajassus
'Adamut Tajassus adalah tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang
lain. Perbuatan ini amat dicela Islam. Allah SWT amat suka bila kita
berusaha menutup aib saudara kita sendiri. Firman Allah SWT:
" Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang
lain." (QS 49:12)

7. Ijtinabul Ghibah
Allah SWT menegaskan:
"Dan janganlah kamu sekalian menggunjing sebagian lain.Sukakah salah
seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..."
Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW adalah menceritakan
keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan
orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang
diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang
diceritakannya itu tidak terjadi berarti ia telah memfitnah orang lain.
Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang
melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

Wallaahu'alam

sumber: http://members.tripod.com/islahnet/tausiyah.htm
(kiriman agung_amelia)

No comments:

Custom Search